Lamudi, perusahaan teknologi di bidang properti, baru saja melaksanakan pemutusan hubungan kerja (PHK) di beberapa departemen. Tindakan mengurangi karyawan ini dilakukan dengan tujuan memaksimalkan pertumbuhan dan meningkatkan efisiensi agar mencapai keberlanjutan bisnis jangka panjang perusahaan.
CEO Lamudi Indonesia, Mart Polman, menyatakan bahwa pengambilan keputusan untuk melakukan restrukturisasi bukanlah hal yang mudah, tetapi sangat penting bagi perusahaan guna terus memberikan dan mengembangkan penawaran terbaik bagi para pengembang, bank, dan 30.000 agen properti yang bermitra dengan mereka.
"Melalui langkah ini, Lamudi dapat terus menyediakan layanan yang kompetitif sebagai perusahaan properti teknologi terdepan di Indonesia," ujar Mart yang dikutip dari Antara, pada Selasa (18/7/2023).
Perusahaan berkomitmen untuk memberikan dukungan terbaik bagi karyawan yang terdampak restrukturisasi ini, termasuk dukungan finansial dan layanan kesehatan yang melebihi standar yang diwajibkan oleh peraturan yang berlaku, serta program out placement untuk membantu karyawan menemukan pekerjaan berikutnya.
Proses PHK dilakukan oleh perusahaan pada tanggal 17 Juli 2023, atau kemarin. Meskipun demikian, manajemen tidak memberikan rincian jumlah karyawan yang terdampak.
Selama dua tahun terakhir, perusahaan telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dengan kenaikan jumlah pelanggan berbayar sebesar 185 persen, dan pendapatan meningkat sebesar 88 persen.
Optimalisasi yang dilakukan saat ini bertujuan untuk mempertahankan laju pertumbuhan yang tinggi. Lamudi Indonesia sendiri telah berdiri sejak Februari 2014 dan diakuisisi oleh Dubizzle Group (sebelumnya EMPG) pada tahun 2020.
Pada awal tahun 2022, Lamudi mengakuisisi bisnis properti OLX Indonesia, di mana kedua platform tersebut kini bersama-sama melayani lebih dari 22 juta pengunjung dan menerima lebih dari 1,35 juta listing properti baru setiap bulannya. Akuisisi ini juga menjadikan Lamudi sebagai perusahaan teknologi properti (proptech) terbesar di Indonesia.
Saat ini, beberapa startup di Indonesia mengalami kondisi suram atau "tech winter" sejak tahun 2022 hingga tahun 2023 ini. Beberapa di antaranya seperti Xendit, Carsome, Shopee Indonesia, Grab, Tokocrypto, Zenius, JD.ID, GoTo, Ajaib, Sirclo, Glints, dan Bibit, juga telah melakukan PHK.
If you’re reading this, chances are you’re running very large Docker containers in production. A Container that’s several gigabytes in size slows deployments, increases bandwidth & storage costs and consumes valuable time of developers. So here’s how you make Docker Images slimmer: Leverage... baca selengkapnya